Rabu, 29 April 2015

LELAKI FLANBOYAN DARI RUMBIA

Dia lahir dari kalangan bangsawan dijeneponto, sulawesi selatan. nama yang diberikan oleh ayahnya Mustadjab karaeng rumbia kepadanya adalah paletteri mustadjab yang bergelar karaeng dawa tetapi nama ini tak lama melekat kepadanya, beliau banyak mengalami pergolakan kehidupan dari gerombolan yang hidupnya dihutan melawan penjajah yang menindas sampai dengan bergabung ke TNI AD mengantarkan beliau menjadi perwira di angkatan darat ketentaraan indonesia "paletteri mustadjab" nama itu hanya bertahan beberapa tahun setalah resmi bergabung di ketentaraan indonesia beliau mengganti namanya menjadi Andi Baso Dawang "karaeng dawa" sosok beliau yang begitu unik menjadikan dirinya diterima dseluruh kalangan masyarakat, beliau sosok yang humanis, bersahabat, familiar dan sangat sayang kepada seluruh saudaranya.
Karaeng Dawa merupakan sapaan akrab bagi beliau dimanapun dia ditugaskan, gelar karaeng dawa (raja tinta) mungkin ini sedikit misteri yang sampai sekarang belum terungkap tepatnya sudah 5 tahun beliau wafat yah DAWA (tinta) mungkin ketika beliau dulunya waktu sekolah sangat gemar menulis sehingga ayahnya Karaeng Rumbia menamakan beliau "karaeng dawa" menjadi gelar kebangsawanan jeneponto.
Andi Baso Dawang yang merupakan anak sulung  dan juga putra mahkota dari Karaeng Rumbia membuat beliau harus berjuang ditengah gencatan senjata para penjajah pada waktu itu ayahnya pernah menjadi tawanan politik oleh para penjajah yang diasingkan dari linghkungan kerajaannya menjadikan Karaeng Dawa survive dari sulawesi selatan sampai dengan sulawesi tenggara, pada masa tugas beliau diketentaraan indonesia banyak mendapatkan jabatan strategis salah satunya adalah kepala satuan intelejen (KASI) 1 di daerah makassar, pangkajene dan kepulauan di era 70an. tak terhenti disitu beliau menapaki karienya dengan kegigihan dan keberanianya akhirnya beliau dipindahkan di kolaka sulawesi tenggara yah disanalah tanah kelahiran saya,

Paletteri Mustadjab, Andi Baso Daang, "Karaeng Dawa" itulah kamu lelaki flamboyan dari Rumbia yang sampai sekarang aku masih sangat merindukanmu,
tepatnya tanggal 23 februari 2011 meninggalkan kami dengan kerinduan yang mengkristal, itulah kamu sosok ayah, sahabat, panutan dan teman diskusi yang sangat mengasikkan buyolan khas jeneponto membangun karakter unik pada dirimu.
ada yang sama dengan dirimu dan presiden soekarno,
angka 9 menjadi jawaban nya.
tepatnya 5 tahun sepeninggalanmu, aku masih merasa dirimu ada dan selalu memperhatikanku dari kejauhan. andai kata ada merpati pos yang tahu alamatmu akan kusemaikan surat ini kepadamu agar aku tetap berharap ada balasan surat darimu walau alam kita sudah bebrbeda.
inilah caraku mengungkapkan rinduku padamu, aku rindu denganmu aku sangat ingin mendegar ceritamu,tentang "sejarah" yang begitu sangat sistematis dan detail waktu, tanggal, bulan dan tahunnya serta nama tokoh.
malam ini kuberharap engkau hadir dan membalas tulisanku didalam mimpiku agar rindu yang mengristal cair seketika,
kaeng ituah panggilanku buuatmu,
panggilan kaeng, itulah caraku mengakrabkan diri setelah lama terpisah dan terpisah lagi.
kuyakin kau tersenyum disana melihat aku menulis tentangmu.
maaf tanpa seizin mu kaeng.
inilah bagian darimu, aku anakmu dari 9 saudaraku dan aku anakmu dari 9 ******
rindu kutitip lewat mimpi.

Andi Hendra Paletteri Hidayat

Sabtu, 04 April 2015

KOMPAS KAMPUS YANG HILANG

harusnya anda jujur dalam kegalaun kami
disini kami jalan tanpa pemandu lagi
lilin kecilpun anda matikan
kami tersesat!!
kompas kami kalian rampas
kami kehilanagan arah!!

dan disini anda selalu meneriaki
dan memanggil-manggil nama kami
untuk dipersembahkan ke SPP dan BPP

jujur, kami ingin kejujuran
bukan jawaban yang menimbulakan seribu pertanyaan?
kami ini mahasiswa bukan lagi siswa
kami ingin kalian jujur

jujur, yah kejujuran yang membuat kami memilih
bukan kebohongan

disini kami mencari panutan
bukan penyamun

masih disudut kampus
mencari arah dengan kompas
masih disini dengan tatapan mata yang kosong

kami perlu guru yang mengajarkan kabaikan dan kejujuran
kami butuh guru yang memapah kami disaat kami lelah

kami masih membutuhkan bimbingan
bukan hanya penyusunan skkripsi saja!

kami tak perlu gelar serampangan
untuk dijadikan kado ke orang tua kami
tapi kami butuh KOMPAS
untuk mengarahkan kami kepada kejujuran dan kebenaran

kami masih mahasiswa
bukan barang
bukan juga selembar kertas.

KOMPAS KAMPUS KUNING.
makassar, 04.042015


Sabtu, 29 November 2014

rindu kamu

maaf yang namanya rindu terpaksa mengabaikanmu malam ini
terpaksa ku tak mengenalmu, dan alpa bermain denganmu
tapi rindu itu masih tersimpan rapi dibawah lipatan yang namanya rasa
malam ini terasa sepi, karena kita tak saling menyapa
meski di ujung jalan kulihat engkau menatapku tajam dari jendela kamarmu
kita tak saling menyapa karena janji menyimpan senyum untuk malam ini

disini, didekat lipatan rasa
menahan rindu yang sesekali memaksa, merontak
katanya ini menyiksa kita
tapi kujawab dengan sendu dan berbisik ditelingah kirimu
"ini membuat kita sadar bahwa rasa yang namanya rindu,
jadi ikatan bahwa kita jangan lagi tak menyapa"

jam 1.52 tegah malam 
berani kurapikan lipatan rasa yang sedikit kusut
dan melihat rindu yang terdiam hening tanpa kata
maaf malam ini aku alpa mengajakmu
malam ini hanya doa yang selalu kupanjatkan untukmu
agar rindu itu tak membuatmu sepi


rindu kamu...
rindu kamu...
aarghh...kurmerindukanmu

masih disini menjaga lipatan rasa dengan rindu yang sedikit tenang
karena merontak, lelah..


2.08 tengah malam
rindu itu tertidur dengan aku yang masih terjaga disampingya
kutakut rindu itu pergi
karena kita telah bersepakat..
menjaganya,

esok kita akan melepas rindu
esok, kuingin kau menyapaku  dengan rindu yang menemanimu
dan senyum yang menepati janjinya
dan akan kubisikkan ketelinga kananmu
"kumerindukanmu"

30-11-14

AL-jibril..



Jumat, 14 November 2014

Makassar 2X Tambah Rantasa'




tanggal 10 november pukul 15.30 wita tahun 2014 pertanda bahwa perayaan parade budaya telah dimulai jumlah peserta pun mencapai 3000 peserta (sumber media cetak ) dalam rangka memperingati hut kota makassar yang 407 dan juga satu tahun kepemimpinan bapak walikota makassar muh.Ramadhan Pomanto dan Syamsul Rizal atau lebih akrab disapa dg. Ical dimana tagline mereka ana’ lorongna makassar membangun kota dari lorong (2X+=P) dan makassar menuju kota dunia dengan berbagai macam program salah satunya adalah MTR atau makassar ta’ tena Rantasa’ ehh tidak rantasa’ tawwa kowdong serta sampah tukar beras dengan spesifikasi sampah yaitu pelastik dan logam, 5kg sampah=1kg beras dan juga program turunannya adalah LISA “lihat sampah ambil” dan buang disembarang tempat karena sarana pendukung belum sempat di adakan yaitu mobil penyapu jalan,tempat sampah dan juga kantong pelstik sampah dan ini sangat disayangkan oleh banyak kalangan utamanya bapak walikota sendiri yang mengatakan disalah satu media cetak ternama dikota makassar terbitan sabtu tanggal 08 november 2014 menyayangkan anggaran MTR yang tidak dipakai untuk pengadaan sarana pendukung makassarta’ tetap rantasa’ padahal anggaran tersebut sudah di alokasikan pada APBD 2013 dan ini akan menjadi SILPA ( sisa lebih penggunaan anggaran) dalam artian progaram tersebut jalan ditempat atau sekedar pencitraan dengan keheboan tagline dan sapnduk disebar disetiap sudut jalan serta dipagar depan sekolah yang ada dikota makassar dengan kondisi yang sedikit memprihatinkan karena spanduk tersebut sudah banyak yang sobek,hilang dan juga terlipat karena tali ikatannya teruputus apakah ini merupakan cerminan program tersebut tidak begitu diseriusi oleh bapak walikota dan SKPD yang bertanggung jawab dalam hal ini utamanya dinas kebersihan kota makassar.

Pemandangan yang berbeda pada malam hari  diseputaraan pantai losari tepatnya malam minggu tanggal 08 november 2014 pukul 21.00 wita saya berencana menikmati malming di anjungan pantai loasri setibanya disana, saya sambut dengan spanduk panjang dan masih baru terpasang ditepi jalan anjungan bugis makassar yang bertuliskan  “makassarta’ tidak rantasa’” dan seketika saya menoleh kebagian bawah spanduk dengan mudahnya saya menemukan sampah yang berbagai macam jenis yang tak satu orang pun yang menghiraukan sampah yang beserakan itu, saya cukup prihatin dengan program MTR dan semoga saja esok harinya sampah tersebut berubah menjadi beras ataukah berpindah tempat oleh hembusan anging mammiri dan tangan jahil LISA “lihat sampah ambil” lalu membuang kepantai losari, sangat disayangkan program yang harusnya dapat merubah citra makassar malah menjadi alat untuk pencitraan semata, inilah contoh jika program dijalankan dengan setengah hati atau tak dimulai dari  pondasi dasar dengan memberikan pengetahuan tentang bahaya membuag sampah sembarangan karena merubah prilaku masayarakat itu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang sedikit lama, dimana tingkatan perubahan prilaku itu dimulai dari tahu ,sadar, mau dan mampu ke empat tingkatan ini harus dilalui agar prubahan yang terjadi karena faktor kesadaran dari masyarakat  tanpa adanya intervensi dari manapun (konsep pemberdayaan masyarkat).

 harusnya pemerintah kota makassar sudah memikirkan tentang penegakan sanksi jika terbukti kedapatan membuang sampah serta pengawas yang bertugas menegur dan juga mengedukasi tentang bahaya membuang sampah sembarangan karena sampah bersifat akumulatif jika tak dipikirkan solusi akan mewariskan bencana untuk anak cucu kita kedepan apalagi makassar dengan jumlah penduduk Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, saat ini sebanyak 432.115 jiwa atau 131.299 kepala keluarga (kk) dari total penduduk Kota Makassar sekitar 1,4 juta orang hidup masih hidup dan menetap dalam kawasan pemukiman kumuh Makassar, sebagian besar pemukiman mereka berada di lorong-lorong kota makassar, inimi dibilang ana’lorongna makassar, tahun 2014 itu bertambah belum lagi urbanisasi yang tiap tahunnya bertambah karena makassar sudah menjadi daerah tujuan untuk para wisatawan, pengusaha, pelajar/mahaiswa tak ketinggalan para pencari kerja dan masalah sampah harus menjadi prioritas agar makassar smart city dapat terwujud dengan prilaku masyarkatnya displin dan teratur.

I love MC (Makassar smart city) harusnya mengandeng falasafah siri’napacce yang telah menjadi prinsip yang mengalir dalam darah putra/putri bugis makassar, siri’ kalo rantasa’ siri’ kalo tidak maccaki, siri’ kalo buang sampah sembarangan, siri’ kalo tidak amanah dan siri’ kalo berbicara 2X.

Dalam teory hendrik l.blum peningkatan derajat kesehatan dipengaruhi dari empat faktor : 1.lingkungan, dimana kebersihan ligkungan dari lorong hingga jalan protokol harus terjaga denga ditunjang saran dan prasaran. 2.prilaku, sikap, sifat  dan tindakan birokrasi yang betanggung jawab serta elemen masyrakat harus saling bahu membahu dalam melaksanakan program MTR “makassarta’ tidak rantasa’”. 3.pelayanan kesehatan, harusnya petugas kesehaan menjadwalkan sosialisasi kemasyarakat guna memberikan edukasi atau pengetahuan tentang bahaya membuang sampah serta melakukan pendampingan dalam kegiatan kerja bakti dan kegiatan ini diharuskan semua dinas yang bertanggung jawab terhadap program MTR itu turut ambil bagian dalam kerja bakti mingguan dari lorong ke jalan protokol sesuai slogan membangun kota dari lorong. 3.genetika faktor ini biasanya cenderung mencontoh prilaku orang tua, dimana orang tua membuang sampah sembarangan pastinya anaknya juga ikut membuang sampah sembarangan makanya perlu pendidikan baik itu untuk anaknya juga orang tuanya yang tak henti diberi pengertian, sosialisasi agar konsep pemberdayaan itu terlaksana untuk menjadikan makassarta’ tidak rantasa’.

SKPD harus lebih responsif dalam menjalankan tugas bukan lagi terpaku pada program yang ada sifatnya normatif tetapi harus berani mengambil terobosan baru untuk mendukung program bapak walikota makassar pak dany pomanto (sapaan akrab ana’lorong) harusnya birokrasilah yang menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program ini, untuk menjadi contoh masyarakat bahwa membuang sampah sembarang tempat itu melanggar hukum dan juga menyebabkan pencemaran lingkungan dan udara yah ujung-ujung nya masyarakat sendiri yang menderita berbagi macam penyakit, dan kita tidak lagi berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif tetapi lebih kepada promotif, preventif dengan konsep pemberdayaan yakin saja masyarakat akan sadar dalam menjaga kebersihan dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Seperti yang dilansir dimedia cetak terkait program MTR yang  sepertinya tidak serius untuk dijalankan, anggaran ada tetapi koq tidak digunakan biasanya program bertumpuk tetapi anggaran yang tidak ada, apakah ini bukti bahwa reformasi birokrasi harus digaungkan dikota makassar dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab, solusi buat walikota harusnya SKPD bapak harus direformasi dan di up grude agar bisa terus berada disamping bapak ketika berlari (mengerjakan tugas) jangan lagi ada yang ketinggalan apalagi tidak menyentuh garis finish (menyelesaikan tugas).

Apalagi makassar lahir dengan branding baru makassar smart city menuju kota dunia dikepemimpinan bapak dany pomanto yang notabene beliau adalah ahli tata kota ini merupakan tugas berat pak wali jika tak dilaksanakan bersama, bayangkan sejuta karakter birokrasi dan masyarakat dikota makassar yang harus disadarkan agar mau mejalankan program yang adami danaya kowdong,nia’ngasengmi ada yang, acuh, cuek, malasa’rantasa’, kumbala’, tongolo’, pa’bambangan na tolo dan juga pallakah ngeless, tena na akui bahwa iya punna jamang-jamang, eroki narrusu’ rikana baji ri dallekanna pak wali, “sanging tau ero nyamang tea ecoh”. 

Nabilang masyarakat kah manami bede’ 2X+=P harusnya birokrasi yang menjadi teladan dan contoh dalam pelaksanaan program MTR ehh ini bukannya menjalankan program tapi main judi dikantornya pak wali, mental birokrasi perlu di revolusi yang tidak amanah diberikan sanksi tegas saja pak wali bikin rantasa’-rantasa’ ji kantor walikota.

Selamat ulang tahun kota makassar, jayalah teruss dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean tahun depan pasar bebas sesama negara-negara asean semoga dalam program MTR menghasilkan produk  daur ulang sampah yang bisa menjadi barang souvenir khas kota makassar (ole-ole) yang di ekspor kenegara asean.


Makassar,09 nov 2014
01.19 wita

Minggu, 03 Februari 2013


Renungan Bijak.
Sebuah kapal dibuat untuk berada di tengah lautan dan bukan hanya diam di dermaga.
Demikian juga manusia dilahirkankan untuk mengarungi kehidupan dan bukan berdiam dan menunggu kehidupan ini berakhir.
Di dalam mengarungi kehidupan akan banyak ombak dan mungkin badai yang akan dihadapi, tapi itulah seni dari kehidupan.
Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan kita hingga sampai ke tujuan.
Di dalam kehidupan jangan takut jatuh dan salah, setiap kesalahan yang pernah kita lakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.
Jangan selalu  menyesali semua kesalahan, tapi jangan ulangi kesalahan. Sesalilah jika semua itu tidak berdampak adanya perubahan.
Mendung yg ada bukan untuk membuat langit gelap, tapi ia hadir untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang akan turun.
Luka bukan hanya semata untuk membuat kita tersiksa, tapi ia terjadi, agar kita tersadar bahwa kita hanyalah”Manusia Biasa”.
Indahnya Kehidupan, bukan terletak dari banyaknya harta, kesenangan, tapi terletak pada bagaimana menyikapi KEHIDUPAN ini sehingga engkau selalu bersyukur utk segalanya.
Hidup adalah PERUBAHAN,
Pola berpikir yg POSITIF lah yg akan membawa kita ke kehidupan yg lebih baik …
  tuhan -manusia -alam

Rabu, 07 Maret 2012

BANTAENK

ketika kipijakkan kaki ku di butta toa.selangkah demi salangkah meniti sudut kota yang kecil tertatih kupadanya ternyata kota kecil ini pernah menjadi kota perdamaian di sulawesi. lanjut cerita ternyata banyak keunikan di kota ini banyak hal yang membuatku tertarik untuk tetap tinggal dan kemudian bersandar,terlelap dan melupakan sejenak kota yang namanya makassar...bantaenk butta toa seperti yang ada pada gerbang kota..mudah mudahan ini bukan hanya sekedar branding kota yang kelak hilang di makan zaman. dikota tua ini ternyata  banyak kutemui  bangunan orisinil VOC sungguh mebuatku takjub......singkat cerita_ tanggal 3 maret 2012 ternyata HMI telah lahir di BUTTA TOA ditandai dengan basic taining HMI cab.persaiapan bantaenk yang telah berlangsung selama 4 malam insyallah ini akan menjadi cikal bakal sebuah pergerakan besar yang akan melahirkan sebuah pionir ulama intelektual_intelektual ulama yang menjemput sebuah amanah dari ayahanda lafran pane yang telah lama meniggalakan kita semua...

yakusa 7 maret 2012 bantaenk