maaf yang namanya rindu terpaksa mengabaikanmu malam ini
terpaksa ku tak mengenalmu, dan alpa bermain denganmu
tapi rindu itu masih tersimpan rapi dibawah lipatan yang namanya rasa
malam ini terasa sepi, karena kita tak saling menyapa
meski di ujung jalan kulihat engkau menatapku tajam dari jendela kamarmu
kita tak saling menyapa karena janji menyimpan senyum untuk malam ini
disini, didekat lipatan rasa
menahan rindu yang sesekali memaksa, merontak
katanya ini menyiksa kita
tapi kujawab dengan sendu dan berbisik ditelingah kirimu
"ini membuat kita sadar bahwa rasa yang namanya rindu,
jadi ikatan bahwa kita jangan lagi tak menyapa"
jam 1.52 tegah malam
berani kurapikan lipatan rasa yang sedikit kusut
dan melihat rindu yang terdiam hening tanpa kata
maaf malam ini aku alpa mengajakmu
malam ini hanya doa yang selalu kupanjatkan untukmu
agar rindu itu tak membuatmu sepi
rindu kamu...
rindu kamu...
aarghh...kurmerindukanmu
masih disini menjaga lipatan rasa dengan rindu yang sedikit tenang
karena merontak, lelah..
2.08 tengah malam
rindu itu tertidur dengan aku yang masih terjaga disampingya
kutakut rindu itu pergi
karena kita telah bersepakat..
menjaganya,
esok kita akan melepas rindu
esok, kuingin kau menyapaku dengan rindu yang menemanimu
dan senyum yang menepati janjinya
dan akan kubisikkan ketelinga kananmu
"kumerindukanmu"
30-11-14
AL-jibril..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar